foto/vidioviral.com

muslimpos – Wakil Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi yang merupakan tokoh Pondok Pesantren Modern Gontor menilai, Ahmad Ishomuddin bukanlah seorang pakar mengenai tafsir Alquran.

Menurut Hamid Fahmy Zarkasyi, yang marak terjadi belakangan ini mengenai kasus Ahok termasuk dalam ranah perang pemikiran atau ghazwul fikri. Umat Islam pun dimintanya mawas diri dan tetap mengendalikan diri.

Seperti diketahui, Ahmad Ishomuddin menjadi saksi yang meringankan terdakwa kasus penistaan Alquran, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dalam kesaksiannya, menurut Ishomuddin tidak mempersoalkan Muslim memilih calon pemimpin non-Muslim.

Komentar Terkait Kesaksian di Sidang Ahok

“Saksi ahli dalam sidang Ahok kemarin. (Ishomuddin?) betul. Ternyata dia bukan orang yang pakar dalam bidangnya. Dan kita dari pesantren, bagaimana mau (menanggapi secara) positif-positif mengenai yang seperti ini,” kata Ustaz Hamid Fahmy Zarkasyi saat dihubungi, Ahad (26/3) malam, seperti dilansir republika.co.id

Hamid Fahmy Zarkasyi, yang merupakan putra kesembilan KH Imam Zarkasyi, pendiri Pondok Pesantren Modern Gontor, itu menegaskan, umat Islam harus memiliki sikap waspada dalam hal yang berhubungan dengan ghazwul fikri.

“Peperangan itu bisa jadi positif atau negatif. Tetap saja, yang namanya kebenaran harus tetap kita pertahankan. Bukannya menebarkan hoax dan lain sebagainya, kata beliau yang merupakan direktur di Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS).