Dr. ‘Aidh al-Qarni, siapa sih yang tak kenal beliau? sosok Syaikh yang lahir di Arab Saudi tahun 1960 Masehi, penulis karya fenomenal ‘Laa Tahzan’ yang diterjemahkan hingga 29 bahasa. Di balik prestasi gemilang beliau dalam menghafal Al-qur’an, puluhan ribu hadits dan menguasai berbagai pengetahuan dengan matang, ternyata beliau memang sejak kecil dibiasakan untuk sholat berjama’ah dan mengkaji berbagai buku bacaan yang sesuai usianya oleh ayahnya, Abdullah Al-Qarni yang merupakan tokoh masyarakat yang disegani.

Sebagai seorang pelajar, boleh dong kita meniru gaya dan cara Dr. ‘Aidh al-Qarni. Penasaran kan bagaimana teknik yang perlu dilakukan agar kita juga bisa berprestasi seperti beliau dan para ulama besar terdahulu. Dalam serial buku tuntunan praktis Dr. ‘Aidh al-Qarni yang berjudul Menjadi Pelajar Berprestasi Pengalaman Para Ulama Besar” beliau memaparkan salah satu tips dengan judul,

JADWAL HARIAN BAGI PENUNTUT ILMU PEMULA

  • 1. Ba’da shalat subuh sampai terbitnya matahari: Menghafal lima ayat Al-Qur’an, satu hadits, dan kesimpulan ringkas dari sebuah matn (isi buku fiqh atau ushul fiqh yang ditulis seorang ulama besar dari mazhab tertentu dengan ungkapan yang ringkas. Biasanya buku ini dijelaskan oleh buku lain, yang ditulis oleh muridnya, yang disebut hasyiyah/penj.).
  • 2. Dari terbitnya matahari hingga waktu zuhur: Belajar formal, atau pergi ke kantor, atau bekerja, atau berdagang.
  • 3. Selepas zuhur: membaca sejarah, sastra, makan siang dan tidur siang.
  • 4.Ba’da ashar: membaca beberapa buku-buku yang telah disebutkan di atas.
  • 5. Ba’da maghrib sampai isya: mengulang hafalan Al-Qur’an, hadits, dan matn.
  • 6. Ba’da isya’: Menyaksikan siaran-siaran Islami di televisi, majalah-majalah yang berfaidah, buku-buku ilmiah, makan malam dan tidur.

Adapun untuk jadwal mingguannya adalah sebagai berikut;

  • 1. Hari Kamis digunakan untuk bersilaturahmi dan berkumpul dengan keluarga.
  • 2. Hari jum’at untuk menghayati Al-Qur’an, berzikir, berdo’a, melakukan shalat-shalat sunat, memperbanyak shalawat kepada Rasulullah, intropeksi diri dan menata harapan-harapan.

 

Nah, ternyata salah satu kunci sukses Dr. ‘Aidh al-Qarni dan para ulama terdahulu adalah manajemen waktu, dengan membuat agenda harian. Di antara kita pasti ada yang pernah menerapkan cara tersebut, dan hasilnya pasti mereka memiliki pencapaian yang lebih dibandingkan dengan yang tidak memiliki agenda harian.

Sahabat muslim/ah tahu gak Mbak Birrul Qodriyah, sosok muslimah inspiratif, alumni Fakultas Kedokteran UGM ini di tahun 2013 dinobatkan sebagai Mahasiswa Prestasi Nasional dan diberi kesempatan berpidato langsung di depan presiden. Ternyata kunci sukses beliaupun adalah manajemen waktu. Hal tersebut beliau paparkan dalam cerita di blognya “Sekitar pukul 2 atau maksimal pukul 2.30 pagi suasana asrama biasanya sudah hening, kalaupun ada suara mengetik keyboard, dapat dipastikan hanya tinggal satu dua suara saja, itupun nadanya sudah tidak teratur karena teman-teman saya sudah mulai semi mengantuk dan berpindah dari ruang tengah ke kamar.

Jam tersebut saya kembali ON, lalu bergegas mengambil wudhu untuk tahajjud dan setelah bugar langsung cas-cis-cus mengerjakan tugas ataupun membuat karya yang membutuhkan gagasan dan ide baru hingga menjelang subuh. Sekitar pukul 03.30 pagi, suasana kembali sudah tidak kondusif karena satu dua teman saya sudah terbangun untuk qiyamullail.

Saya gunakan waktu tersebut untuk menulis cerita “blogging”, membaca buku ringan, atau “to do list” agenda yang akan saya lakukan seharian nanti, mulai dari aktivitas besar dan rutin seperti kuliah, hingga aktivitas pribadi yang kurang penting seperti buka email, beli pulsa, update status, semuanya saya tuliskan dalam buku agenda saya.”

MasyaAllah, Maha benar firman Allah pada surah Al-‘Ashr tentang waktu. Kalau kita pandai mengatur waktu sedemikian rupa dan istiqomah terhadap apa yang telah diagendakan, InsyaAllah kita menjadi pribadi yang produktif dan sukses pun akan menghampiri.