image : nu.or.id

PBNU Kecewa Menteri Agama Bukan Dari Kalangan NU

Posted on

PBNU Kecewa Menteri Agama Bukan Dari Kalangan NU – Ridwan Darmawan, Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, mengaku kecewa terhadap Presiden Jokowi yang tidak mengakomodir Perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) dalam komposisi menteri di periode kedua Kabinet Indonesia Maju.

“Kami merasa kecewa dengan komposisi yang beredar hari ini, apalagi kita menurut informasi yang beredar Menteri Agama (Menag) bukan dari NU, malah dari kalangan militer,” ujar Ridwan di lansir Republika.co.id.

Ridwan menjelaskan, kontribusi warga NU dan para Masyayikh NU dalam memenangkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 lalu sangat besar dan signifikan.

Menurut Ridwan, sudah seharusnya pos menteri agama adalah jatah untuk kader NU. Bahkan masyayikh dan para tokoh NU turun gunung untuk memenangkan Joko Widodo.

Oleh karena itu, lanjutnya, komitmen presiden untuk memberikan posisi menteri agama kepada kader NU harus dapat direalisasikan dalam penyusunan kabinet Jokowi jilid kedua ini. Apalagi, menurut dia, banyak kader NU yang pantas menjabat sebagai menteri agama, baik yang menjadi pengurus NU maupun yang bertebaran di berbagai partai politik.

Baca Juga >>>  Seleksi CPNS Akan Dibuka 25 Oktober 2019, Siapkan Diri Anda!!!

“Di NU sangat banyak pengurus dan tokoh yang berkualitas untuk mengisi pos menteri agama. Pak Jokowi bebas memilih, asal kader NU dan dekat dengan ulama, jika tidak diberikan ke NU saya yakin Presiden Jokowi bisa kualat,” tegas Ridwan.

Ia juga menegaskan, emestinya Jokowi juga mampu melihat siapa yang berkeringat dan siapa yang tidak berkeringat dalam membantu pemenangannya. Bagi nahdliyyin, Ridwan menegaskan, menteri agama dari kalangan NU adalah harga mati.

“Jika tidak, ditunda saja pelantikan menterinya,” pangkasnya.

Sementara itu, Ketua PBNU bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan Robikin Emhas mengungkapkan, bahwa kiai-kiai di berbagai daerah sangat merasa kecewa dengan keputusan Jokowi terkait jabatan Menteri Agama.

“Saya dan pengurus lainnya banyak mendapat pertanyaan terkait Menteri Agama. Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes,” kata Robikin di lansir nu.or.id.

Menurut Robikin, para kiai NU paham bahwa Kemenag harus berada di garda depan dalam mengatasi radikalisme berbasis agama. Namun sayangnya, pemilihan Menteri Agama baru tidak sesuai dengan yang diharapkan dalam membentengi NKRI dari ajaran radikalisme.

Baca Juga >>>  Laporan Keuangan DKI Jakarta meraih opini WTP dari BPK

Sebagaimana kita ketahui, bahwa salah satu yang mengagetkan publik dan kiai NU adalah penunjukan Fachrul Razi sebagai menteri agama. Hal ini disebabkan Fachrul memiliki latar belakang militer. Ia pernah menjabat Wakil Panglima TNI pada tahun 1999-2000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *