sumber : pelajarislam

Meneladani Sikap Patriot Ummu Syarik RA

Posted on 130 views

Wanita adalah makhluk Allah yang diciptakan memiliki pesona fisik dan keindahan. Namun, di balik pesona fisik tersimpan sejuta pesona akhlak, salah satunya adalah sikap kepahlwanan. Wanita adalah pahlawan bagi keluarga, negara, dan agamanya.

Dalam sejarah Islam, peranan wanita tidak bisa dianggap remeh. Kejayaan Islam tidak pernah lepas dari dukungan sepenuhnya oleh makhluk Tuhan yang lemah lembut ini.

Salah satu wanita yang berperan penting dalam kejayaan Islam adalah Ummu Syarik ra, siapakah beliau? Ummu Syarik adalah Ghazyah binti Jabir bin Hakim Ad-Dausiyah. Dia masuk Islam di Makkah di awal dakwah Islam. Dia kemudian diam-diam mendekati wanita-wanita Quraisy dan mengajak mereka serta mendorongnya untuk memeluk agama Islam hingga akhirnya apa yang dilakukannya diketahui oleh penduduk Makkah. Mereka lalu menangkapnya dan berkata, “Kalau bukan karena kaummu niscaya kami telah melakukan apa yang harus kami lakukan. Akan tetapi kami akan mengembalikanmu kepada mereka.”

Ummu Syarik berkata, “Mereka lalu membawaku di atas unta. Mereka kemudian membiarkanku begitu saja, tidak memberiku makan dan minum. Jika mereka berhenti di suatu tempat, mereka menjemurku di bawah terik matahari dan mereka berteduh di bawah bayangan itu. Ketika mereka telah berhenti di suatu tempat dan mengikatku di bawah terik matahari, tiba-tiba aku merasakan sesuatu menempel di dadaku. Ternyata itu adalah timba yang berisi air. Aku lalu meminumnya sedikit dan setelah itu mereka menariknya dariku. Timba itu kembali lagi dan aku mencoba meminumnya lagi, lalu terangkat, begitu seterusnya, hingga kemudian timba itu ditinggalkan dan aku meminumnya.”

Setelah itu, aku menyiramkannya ke seluruh tubuhku dan bajuku. Ketika mereka bangun, mereka melihat bekas air itu dan melihatku telah berpenampilan baik. Mereka lalu berkata kepadaku, “Kamu telah mengambil air kami dan meminumnya?”

Saya menjawab, “Tidak, demi Allah. Akan tetapi yang terjadi begini dan begini.” Mereka berkata, “Jika kamu benar, maka agamamu lebih baik daripada agamaku.” Ketika mereka melihat minuman mereka, mereka mendapatkannya seperti ketika mereka meninggalkannya. Maka mereka pun masuk Islam pada saat itu juga.

Demikian kita dapatkan Allah swt. telah menyelamatkan Ummu Syarik berkat keimanannya yang benar dan kekuatan pendiriannya membela kebenaran. Maka Allah pun memberi kaum itu petunjuk melalui Ummu Syarik. Sikap Ummu Syarik ini tentu merupakan sikap seorang patriot, yang mana dia tetap tegar mempertahankan akidah yang benar dan selalu menolak kembali kepada kekufuran, sekalipun orang-orang musyrik meninggalkannya selama tiga hari tanpa diberi makan dan minum, bahkan mereka menjemurnya di bawah terik matahari yang sangat panas.
MasyaAllah kisah perjuangan sosok wanita tangguh, demi keridhaan Rabbnya Ummu Syarik lebih mencintai Islam daripada dirinya sendiri, lalu bagaimana dengan kita?

Dengan segala keindahan yang dianugerahkan Allah kepada kita, bahkan disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits wanita adalah perhiasan, Kontribusi apa yang telah kita persembahkan untuk diinul Islam ini? Sudah sejauh mana langkah kita demi memperjuangkan agama yang mulia ini? Sudah berapa banyak onak duri yang kita rasakan demi diinullah ini?

Mengutip kalimat Bang Tere Liye,

“Anak cewek itu harus gesit, cekatan, mandiri, bisa mengerjakan banyak hal, anak cewek itu bukan cuma soal imut, lucu, dan menggemaskan.”

Semoga kita dan wanita-wanita masa sekarang bisa meneladani Ummu Syarik dan mengikuti jejaknya, semoga kita bisa seberuntung beliau, mendapatkan ridha Allah swt di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Muhammad Imarah Imarah, 100 Kisah Kepahlawanan Wanita, Cet. 1; Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2008.