Dalam sebuah pertempuran, Ali bin Abi Thalib berhasil mengalahkan seorang kafir. Kala itu, Ali menjatuhkan musuhnya setelah terjadi duel. Ali kemudian menempelkan ujung pedangnya di leher orang kafir itu, dan hampir saja melukainya karena marah. Dalam kondisi terdesak, si kafir kemudian meludahi wajah Ali bin Abi Thalib dan membuatnya tercengang.

Ali kemudian menarik pedangnya menjauhi leher si kafir. Niat untuk membunuh si kafir diurungkan oleh Ali. Ali lantas berkata, “Membunuhmu adalah perbuatan kurang bijaksana bagiku. Pergilah, aku tidak akan membunuhmu.”Si kafir kemudian bertanya, “Kenapa engkau tidak membunuhku? Bukankah aku ini musuhmu?”

Ali menjawab dengan mengatakan, “Ketika pedangku berada di lehermu, aku sangat berniat membunuhmu karena Allah. Tetapi ketika engkau meludahiku, aku tersadar, jika aku membunuhmu, itu bukan karena Allah, melainkan karena aku dalam keadaan marah.”

Mendengar perkataan Ali, si kafir kemudian tertunduk dan menyungkur memohon kepada Ali agar diajarkan bersyahadat, dan akhirnya si kafir pun masuk Islam dan ikut berperang di barisan kaum muslimin.

Masya Allah, Sayyidina Ali tidak jadi membunuh musuhnya hanya karena takut niatnya yang semula “membunuh karena Allah” berubah menjadi “membunuh karena emosi atau marah”. Dan sudahkah kita bersikap seperti Sayyidina Ali yang melakukan segala sesuatunya hanya karena Allah bukan karena nafsu. Semua kembali pada diri kita sendiri, Wallahu ‘alam….

Rasulullah Saw bersabda:

ﺇِﻧَّﻚَ ﻟَﻦْ ﺗَﺪَﻉَ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻟِﻠَّﻪِ ﺇِﻻَّ ﺑَﺪَّﻟَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻪِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻚَ ﻣِﻨْﻪُ

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah ‘Azza wa Jalla akan mengganti bagimu dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang kamu tinggalkan.” (HR. Ahmad)

Demikian, Ali membimbing si kafir memeluk Islam. Sengitnya pertempuran tidak menjadi penghalang untuk datangnya hidayah dan kebenaran.

imgrum.net

Sahabat muslim/ah tau kemana arah dari kisah di atas?

Jadi misal antum/antunna sebagai admin/member salah satu grup, ketika ada anggota kita yang mewek laporan, atau teman grup left tidak perlu berkecil hati. Kenapa?

Karena saat kita membangunkan member untuk tahajjud, ketahuilah. Ada pahala yg Allah janjikan di sana. Dan pada saat member yang kita bangunkan itu tahajjud, maka semakin sempurnalah pahala yang Allah sediakan bagi kita.

Apa kata Allah dalam Al-Qur’an?

“Bagi laki-laki juga perempuan yang beriman, Allah sediakan bagi mereka kehidupan yang nyaman di dunia dan akan Allah berikan balasan di akhirat atas apa-apa yang pernah mereka kerjakan.”

Kata nabi juga, “siapa yang menunjukkan orang perbuatan baik dan dia mengerjakannya, maka bagi mereka juga pahala sama seperti pahala orang yang mengerjakan kebaikan itu tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya itu.”

Kata nabi juga, “Orang yg selalu mengajak kepada kebaikan, akan dido’akan oleh apa-apa yangg ada di langit, bumi dan bahkan oleh hewan-hewan yang ada di lubangnya juga oleh ikan-ikan yang berenang di lautan.”

MasyaAllah banget kan? Jadi masih mau mundur jadi admin, jadi member?

Yang artinya, hilang juga kesempatan kita untuk mendapat pahala juga do’a-do’a dari makhluk Allah lainnya.

Jadi, jangan mau hidup kita dipengaruhi oleh member yang laporannya tidak sesuai harapan. Jagan juga terpengaruh oleh teman-teman grup yang tiba-tiba left tanpa pamitan hanya gara-gara laporannya sering mewek.

Jadi, kehidupan kebaikan itu ada di tangan kita sendiri, Bukan oleh orang lain. Bersabarlah atas cobaan yang ada. Syukuri ketika kita bisa mengajak saudara untuk melakukan kebaikan.

Sebagai penutup, Saya ceritakan sedikit sebuah kisah, mau?

Ada seroang guru yang mengajar di kelas, beliau mengajarkan matematika. Kebetulan pada saat itu beliau mengajarkan perkalian 8.

Nah, beliau mulai menulis di papan tulis 8×1=7, 8×2=16, 8×3=24 dan seterusnya. Pada saat sang guru menulis perkalian itu, para siswa menertawakannya dengan terbahak pada saat guru itu menulis 8×1=7.

Bapak guru itu tidak marah terhadap sikap anak didiknya sampai anak didiknya itu berhenti tertawa. Setelah para siswa berhenti tertawa, guru itu mengatakan, “Ketahauilah anak2 ku, akan aku berikan satu ilmu kehidupan yang perlu kalian ketahui, Aku menjawab 9 jawaban benar, dan 1 jawaban yang salah, Akan tetapi kalian tidak memujiku dengan 9 jawaban yang benar itu dan bahkan menertawakan 1 jawabanku yang salah, Aku tidak ingin dipuji. Tapi ketahuilah, Orang tidak akan pernah memujimu dengan jutaan kebaikan yanh pernah engkau lakukan, akan tetapi mereka akan mencelamu dengan 1 keburukan yang pernah kamu perbuat.

Maka bersabarlah dengan itu dan kuatkan hatimu untuk selalu istiqamah di dalamnya. Karen Allah, Rasul-Nya dan juga orang-orang mukminlah yang akan melihat perbuatan baikmu.”

الله أعلم بالصواب

*Disampaikan oleh Ustadz Safwan Ellomboki via WA pada kajian Kormin 1