muslimpos.com – Seorang hamba sahaya bernama Tsauban amat menyayangi dan merindukan Nabi Muhammad saw. Sehari tidak berjumpa Nabi, dia rasakan seperti setahun. Kalau bisa dia mau bersama Nabi setiap hari. Jika tidak bertemu Rasulullah saw, dia amat sedih, murung dan seringkali menangis.

Rasulullah saw juga demikian terhada Tsauban. Baginda mengetahui betapa hebatnya kasih sayang Tsauban terhadap dirinya.
Suatu hari Tsauban berjumpa Rasulullah saw. Berkata Tsauban “Ya Rasulullah, saya sebenarnya tidak sakit, tapi saya sangat sedih jika berpisah dan tidak bertemu denganmu walaupun sekejap. Jika dapat bertemu, barulah hatiku tenang dan bergembira sekali.

Apabila memikirkan akhirat, hati saya bertambah cemas, Aku takut tidak dapat bersama denganmu. Kedudukanmu sudah tentu di syurga yang tinggi, tapi saya belum tentu apakah di syurga paling bawah atau bahkan tidak dimasukkan ke dalam syurga langsung. Ketika itu saya tentu tidak bertemu denganmu lagi.”
Mendengar penuturan Tsauban, baginda Nabi saw. amat terharu. Namun baginda tidak dapat berbuat apa-apa karena itu urusan Allah.

Setelah peristiwa itu, turunlah wahyu kepada Rasulullah saw, Surah An-Nisa : 69, yang berbunyi :

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Artinya, “Barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka itu nanti akan bersama mereka yang diberi nikmat oleh Allah yaitu para nabi, syuhada, orang-orang sholeh dan mereka adalah sebaik-baik teman.”

Mendengarkan jaminan Allah ini, Tsauban menjadi kembali menjadi gembira.