muslimpos.comJodoh merupakan salah satu hal yang di rahasiakan Allah kepada hamba-Nya. Menjadi teka-teki kehidupan, sehingga hari-hari perjalanan seorang hamba menjadi sangat berwarna dan bahkan lucu, haru bahagia menjadi satu kesatuan rasa dalam diri.

Namun bagaimana jika seandainya kita merasa bahwa Allah sangat tidak adil kepada hambanya? Rasanya Allah sangat tidak adil, diri ini sudah berusaha sekeras munkin untuk memantaskan diri. Namun apa daya dianya tak juga di takdirkan untuk menjadi pendamping hidup. Dia lebih dulu di lamar orang.! Atau dia lebih dulu terpaut di hati yang lain.

Nah siapa suruh terlambat! Jodoh bukanlah perkara yang sudah ditetapkan di Lauhul Mahfudz, tetapi ia adalah mu’amalah biasa sebagaimana muamalah yang lain, yang berada di area yang dikuasai manusia dan manusia dihisab atasnya.

Ada dua kemungkinan mengapa tak berjodoh dengan orang yang selama ini diperjuangkan.!

Pertama, Dia tidak pantas untuk kita

Kedua, Kita tidak pantas untuk dia.

Apabila kasus pertama yang menimpa kita, maka bersyukurlah, karena Insya Allah akan ada pengganti yang Allah berikan lebih baik dari yang pernah singgah di hati sebelumnya. Namun, jika kasus kedua yang menimpa kita, maka mari perbaiki diri untuk lebih memaksimalkan kualitas diri. Memantaskan diri karena jodoh adalah cerminan diri. Semoga Rabb kita memberikan Jodoh yang menentramkan hati hingga ke jannah Nya.

Ingatlah firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 216 :

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.

Jika dia telah menjadi milik orang lain, maka sudahlah, lupakanlah dan kembali move on. Insya Allah Rabb kita akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Yakinlah kebahagiaan tinggal menunggu waktu. Kita hanya perlu sedikit bersabar menunggu waktu bahagia bersama dengan yang lebih pantas dengan diri kita.

Sungguh Allah sebaik-baik pembuat rencana.!