Adakah yang lebih indah setelah do’a dan restu bagi seorang anak di hari bahagianya? Iya ada, iyanya pesan seorang ibu kepada anak perempuannya. Seperti Ummu Iyas, istri Auf bin Mulham Asy-Syaibani, di hari pernikahan putrinya, ia memberikan nasehat kepada putrinya sebagai bekal mengarungi biduk rumah tangga bersama suaminya Umar bin Hajar.

Putriku, kau tinggalkan rumah tempat kau dahulu lahir dan sarang tempat kau tumbuh besar, untuk bersama seorang laki-laki yang tidak kau kenali dan pendamping yang belum kau akrabi. Jadilah budak baginya niscaya ia akan menjadi budak bagimu. Jagalah sepuluh hal untuknya niscaya kau akan menjadi asset besar yang akan ia jaga dan lindungi.

Pertama dan kedua adalah khusyu’ kepadanya dan qana’ah menerima apa adanya, lalu patuh dan taat kepadanya,

Ketiga dan keempat adalah perhatikan tatapan mata dan ciuman hidungnya; jangan sampai matanya melihatmu dalam keadaan buruk dan janganlah hidungnya mencium kecuali aroma terwangi.

Kelima dan keenam adalah perhatikan jam tidur dan jam makannya, sebab suhu lapar memancing bara dan mengganggu tidur memancing amarah.

Ketujuh dan kedelapan adalah simpanlah baik-baik hartanya dan peliharalah pelayan dan anak-anaknya. Pengampu urusan harus baik dalam mengelola uang dan baik dalam mengasuh anak-anak.

Sementara yang kesembilan dan kesepuluh adalah jangan bantah perintahnya dan jangan sebarkan rahasianya. Jika kau langgar perintahnya maka kau telah menyakiti hatinya, dan jika kau sebarluaskan rahasianya maka kau tidak akan aman dari dendam pembalasannya. Janganlah bersenang-senang di depannya saat ia sedang bersedih, dan jangan bersedih di depannya saat ia sedang bergembira.

Nasehat yang indah bukan?

Ternyata ada banyak hal yang mesti dipahami wanita terkait dengan adab terhadap suaminya, ukhti semoga sepuluh nasehat Ummu Iyas kepada putrinya juga dapat menjadi nasehat bagi kita, baik bagi yang telah menyandang status istri atau yang sedang dan akan menyandang status mulia tersebut. Semangat mengabdi duhai calon bidadari syurga.

Muhammad Al-Jauhari Mahmud, Abdul Hakim Khayyal Muhammad, Membangun Keluarga Qur’ani