muslimpos – Sungguh nikmat Allah tidak terhitung pada diri kita, namun kebanyakan kita atas semua nikmat itu dengan bangga lagi sombong tidak menjalankan perintah Allah. Malahan kita banyak melanggar perintah Allah swt.

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

 

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya, sungguh manusia itu sangat zholim dan sangat mengingkari ( nikmat Allah ).” (Qs. Ibrahim 14 : 34)

Ingat saudaraku coba kita renungkan seandainya Allah mencabut salah satu nikmatNya yaitu satu mata, bagaimana kita rasakan.? Coba kita renungkan seandainya Allah tidak memberikan kekuatan kita untuk berjalan.! Sungguh Allah maha pengasih lagi Maha penyayang padahal kita tidak selalu meninggalkan larangan Allah swt.

Lantas apa yang membuat kita tidak bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Allah tidak butuh apa-apa dari kita. Hanya Allah menyuruh kita melakukan kebaikan dan menjauhi segala keburukan. Dan itu bukan untuk Allah tetapi untuk kita sendiri saudaraku. Kita shalat tidak ada untungnya untuk Allah. Apabila kita tidak shalat tidak ada juga ruginya bagi Allah swt. Namun ketika kita berbuat kebaikan maka kitalah yang akan mendapat balasannya. Sungguh hina dan rugi diri ini padahal peringatan Allah sudah jelas.

Syukur bukan sekedar ucapan Alhamdulillah saja. Tapi syukur yang sesungguhnya adalah taqwa yakni menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah swt.

Yaa Allah lindungilah kami dari perbuatan zholim lagi merugikan diri-sendiri. Jadikanlah kami golongan orang-orang yang selalu bersyukur atas segala nikmat-Mu yaa Allah. Wallahu a’lam