muslimpos – Haid atau datang bulan merupakan aktifitas rutin bulanan bagi wanita normal. Normal dalam arti kata sudah sampai usia (akil baligh), tidak hamil dan belum sampai pada masa monepause. Namun ada kebiasaan yang berkembang di masyarakat awam mengenai aktifitas yang tidak boleh di lakukan pada waktu haid. Seperti memotong kuku dan rambut.

Lalu bagaimana? Bolehkah wanita haid memotong kuku dan rambut saat haid?

Sampai saat ini belum ada dalil yang menjelaskan secara shohih bahwa memotong kuku dan rambut pada waktu haid adalah dilarang.

Mengenai dalil lainnya tentang haid, jumhur ahli fikih dari keempat madzhab berpendapat bahwasannya tidak boleh seorang wanita haid untuk berdiam di masjid, dengan dalil hadist riwayat Bukhari (974)dan Muslim (890),dari Ummu ‘Athiyah dia berkata:

أمرنا تعني النبي صل الله عليه و سلم أن نخرج في العيدين العواتق ذوات الخدورو و أمر الخيض أن يعتزلن مصلى المسلمين

“Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada kami untuk keluar rumah pada dua hari raya, termasuk remaja putri dan gadis pingitan, dan beliau memerintahkan wanita yang haid untuk menjauhi tempat shalat”.

Baca Juga : Tidur Pagi Penyebab Penyakit Kemiskinan

Dalam hadist ini, Nabi shalallahu alaihi wasallam melarang wanita yang haid mendekati tempat shalat ‘id dan memerintahkan mereka untuk menjauhinya, dikarenakan disana terdapat hukum masjid, dan ini menjadi dalil dilarangnya wanita haid untuk memasuki masjid.

Tidak boleh bagi seorang wanita yang sedang haid atau nifas untuk memasuki masjid. Sedangkan bila hanya lewat, maka diperbolehkan apabila ia mempunyai kepentingan dan yakin bahwa tidak akan mengotori masjid dengan najisnya, berdasarkan firman Allah Ta’ala:

ولا جنبا الا عابري سبيل حتى تغتسلوا

”Dan (jangan pula menghampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, kecuali sekedar berlalu saja, sampai kamu mandi” (Qs An Nisa’:43)

dan wanita yang haid termasuk dalam makna junub. Dalil selanjutnya adalah bahwa Nabi pernah memerintahkan Aisyah untuk mengambilkan kebutuhan beliau dari masjid sedangkan dia sedang haid. Demikian fatwa Lajnah Daimah no 6/272

Jadi kesimpulannya yang jelas-jelas dilarang untuk dikerjakan oleh orang yang junub adalah:

1. Shalat
2. Tawaf di sekitar ka’bah
3. Menyentuh mushaf Al-Quran Al-Karim
4. Membaca ayat Al-Quran Al-Karim dengan lisannya bukan dalam hati, kecuali doa yang lafaznya diambil dari ayat.
5. I’tikaf di masjid