foto/Edriana Noerdin

Muat Berita Bohong Anis Terlambat di Rapat Pleno, KompasTV di Tegur Anis

Posted on 141 views

muslimpos – Rapat pleno penetapan calon oleh KPUD DKI kembali grasak-grusuk. Tadi malam, Sabtu (4/3/2017), KPU DKI Jakarta secara resmi melakukan launching Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta putaran kedua. Namun penetapan ini tidak dihadiri oleh pasangan calon ahok-djarot.

Acara yang digelar di Hotel Borobudur ini KPU DKI mengundang dua pasangan yang maju di putaran kedua Pilkada DKI 2017, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Acara peresmian launching dengan menekan tombol pertanda Pilgub putaran dua resmi dimulai hanya dilakukan oleh KPU dan pasangan Anies-Sandi, karena Ahok-Djarot protes dan keluar. Acara ini sebenarnya memang molor dari waktu yang telah ditetapkan KPUD karena keterlambatan kehadiran pasangan Ahok-djarot.

Menurut Sumarno, kejadian itu bukanlah keterlambatan, melainkan karena ada miskomunikasi. “Sebenarnya bukan keterlambatan, kita kan menunggu. Kami nunggu supaya pasangan calon itu semua hadir. Ini pengantinnya kan pasangan calon ini,” tutur dia di sela-sela acara yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (4/3).

Sumarno sempat menanyakan soal kehadiran semua pasangan calon yang diundang itu. Informasi yang diterimanya, belum semua pasangan calon hadir. Sebab, pasangan Ahok-Djarot tidak ada di ruangan yang disiapkan KPU, yakni di ruangan VVIP.

“Saya kan nunggu di sana (ruang tunggu VVIP untuk paslon). Enggak ada Pak Ahok, cuma ada Pak Anies-Sandi,” kata dia.

Ternyata, Ahok-Djarot berada di ruangan lain yang bukan disiapkan oleh KPU. Karena itu, KPU tidak mengetahui pasangan Ahok-Djarot yang sebenarnya sudah hadir di hotel. “Enggak ngerti kalau sudah menunggu,” ujar dia.

Dalam kondisi demikian, menurut Sumarno, antara KPU dan Ahok-Djarot itu jadi saling menunggu dalam insiden kecil itu. “Saling menunggu. Karena beliau menunggu juga sudah agak lama, ini kok enggak dimulai-mulai, enggak profesional, itu maksud beliau juga. Padahal kami juga menunggu,” kata dia.

Namun lucunya, KOMPAS TV memberitakan Ahok tidak ikut launching karena protes acaranya terlambat.

Anies yang disebut datang terlambat lantas marahi Kompas TV :

“Menurut saya KOMPAS TV harus lebih obyektif karena KOMPAS TV gak fair. KOMPAS memberitakan bahwa Anies-Sandi (datang) terlambat. Saya sampaikan disini itu tidak benar.”

“Anda gak boleh memgabarkan seperti itu, jangan dong.”

“Sebagai media yang sudah berusia panjang KOMPAS harus lebih bisa obyektif, tegas Anies Baswedan.