Hingga hari ini militer Myanmar Terus Lakukan Genosida Terhadap Muslim Rohingya. Pengamat Politik Myanmar dari Universitas Deakin Australia, Anthony Ware mengatakan, terdapat dukungan kuat dari kelompok mayoritas Budha di Myanmar untuk melakukan aksi-aksi anti-Rohingya.

Muslim di Anggap Nasionalisme

“Di Myanmar Muslim sering dianggap sebagai nasionalisme padahal Muslim itu penganut agama, bukan bangsa tertentu. Orang-orang Budha di Myanmar menilai Muslim sebagai ancaman bagi keamanan nasional dan ancaman bagi agama Budha,” kata Anthony Ware dilansir CNN.

Provokasi dari Budha Ultra Nasional

Aksi tersebut dipimpin oleh para biksu Budha ultra nasionalis. Mereka terus memprofokasi dan menekan pemerintahan agar militer melakukan pemusnahan terhadap muslim Rohingya.

Sebelumnya, militer juga sering melakukan kekerasan dan pemerkosaan terhadap wanita dan anak-anak. Kelompok HAM yang bekerja di Myanmar telah banyak mendokumentasikan kejahatan militer Myanmar sejak sekian lama. Terutama kejahatan terhadap etnis minoritas di Rakhine dan Kachin. “Saat ini Rakhine berada dibawah kendali militer Myanmar. Penduduk Rakhine tak bisa berbuat apa-apa” ujar Ware.

Matthew Smith , Pendiri Fortify Rights di Bangkok mengatakan, militer Myanmar saat ini sedang melakukan genosida besar-besaran terhadap suku Rohingya. Mereka melakukan segala cara untuk memusnahkan suku Rohingya dari negara Myanmar.

Militer Myanmar Lakukan Kejahatan Internasional

Militer Myanmar, ujar Smith, sedang memusnahkan umat Muslim di Rakhine. Mereka sedang melakukan kejahatan internasional. Namun dunia seolah diam membisu. Bahkan peraih Nobel Perdamaian Syu Ki seolah mengijinkan kekerasan yang terjadi di negaranya tersebut.

Terungkap juga bahwa ada dokumen yang berencana untuk menhancurkan Muslim Rohingya.

“Kami telah mendokumentasikan bagaimana pemerintah di Rakhine berencana menghancurkan rumah-rumah suku Rohingya sebelum terjadinya kerusuhan Oktober lalu. Dokumen itu menunjukkan bagaimana strategi mereka menghancurkan Muslim Rohingya,” Ujarnya