foto/Edriana Noerdin

Ini Kronologi Terkait Walk Out Pasangan Ahok-Djarot di Rapat Pleno KPU

Posted on 130 views

muslimpos – Terkait dengan Walk Out pasangan ahok-Djarot di rapat pleno KPUD DKI kemarin, KPUD membantah ada tudingan keterlambatan dari pasangan Anis-Sandi. Sumarno mengatakan bahwa dirinya sempat menanyakan soal kehadiran semua pasangan calon yang diundang itu. Informasi yang diterimanya, belum semua pasangan calon hadir. Sebab, pasangan Ahok-Djarot tidak ada di ruangan yang disiapkan KPU, yakni di ruangan VVIP.

“Saya kan nunggu di sana (ruang tunggu VVIP untuk paslon). Enggak ada Pak Ahok, cuma ada Pak Anies-Sandi,” kata dia.

Ternyata, Ahok-Djarot berada di ruangan lain yang bukan disiapkan oleh KPU. Karena itu, KPU tidak mengetahui pasangan Ahok-Djarot yang sebenarnya sudah hadir di hotel. “Enggak ngerti kalau sudah menunggu,” ujar dia.

Sebagaimana di posting salah seorang Edriana Noerdin yang menjadi tamu dalam acara tersebut, begini kronologi lengkap kejadian tersebut sebagaimana di kutip dari Akun Edriana Noerdin.

Malam ini saya menghadiri rapat Pleno KPUD DKI Jakarta ttg penetapan hasil pilkada DKI putaran 1 dan penetapan Paslon yang akan maju pada putaran kedua di Hotel Borobudur. Ruangan tersebut sangat besar dihiasi secara meriah dengan 2 screen raksasa kiri kanan, dipenuhi oleh wartawan dan camera2 TV, dan di luar banyak sekali staff KPUD sebagai penerima tamu.

1. Sebelum acara dimulai saya menunggu di Coffee Shop dekat Flores room. Mas Anies dan Bang Sandi sudah berada diruang VIP sejak pukul 19.20 karena dlm undangan acara tsb dimulai jam 19.30.
2. Sekitar jam 19.50 rombongan Pak Ahok yang cukup banyak orangnya melintas didepan coffee shop menuju ruangan Flores room.
Dan kemudian saya berjalan pelan2 di belakang rombongan tersebut. Begitu rombongan pak Ahok masuk ruangan saya menuju meja penerima tamu untuk mengisi buku tamu. Sambil bertanya pada penerima tamu kenapa acara baru dimulai dan mereka mengatakan karna pak Ahok baru datang.
3. Jam 19.55 ketika saya masuk ruangan saya berpapasan dengan Pak Ahok yang sedang marah2 sambil mengeluarkan kata2 penuh kemarahan antara lain yang jelas saya dengar yaitu “saya mau di diskualifikasi juga ga takut”, dan banyak lagi umpatan kata2 lainnya. Suasananya sangat tegang karena pak Ahok keluar ruangan dengan penuh kemarahan, sambil tergesa2 dan suasana sangat kraudit karena banyak sekali wartawan yg mengikutinya. Mungkinkah inj memang cara pak Ahok untuk mendapatkan perhatian wartawan? Wallahualam.
Saya melihat pak Djarot sambil senyum2 dan juga anggota rombongan lainnya hanya mengikuti di belakang beliau dengan muka bingung.
4. Kemudian rombongan tersebut keluar dan naik keruangan di lantai 2, namun ada beberapa anggota rombongannya yg tidak mau ikut keatas dan tetap berkeliaran dibawah walau teman2 nya meneriaki mereka untuk naik dan kumpul di lantai 2. Saya bertanya2 kenapa pak Ahok sudah menyiapkan ruangan di lantai 2? Ruangan apakah itu?
5. Kemudian saya kedepan dan menghampiri serta menyalami Mas Anies dan Bang Sandi. Waktu itu jam menunjukkan pukul 19.55. Lalu saya bertanya kepada Mas Anies dan Bang Sandi kenapa Pak Ahok keluar sembari ngamuk marah2? Mas Anies dan Bang Sandi mengatakan tidak tahu dan juga terlihat bingung. Begitu pun tamu2 yg duduk di bangku paling depan tsb juga mengatakan pak Ahok masuk dan tiba2 keluar dengan rombongannya sambil marah2.
5. Jam 20.07, akhirnya setelah semua kehebohan tersebut berlalu, acara dimulai dengan dibuka oleh tarian betawi lalu disusul dengan pembacaan doa dan kumudian pidato penetapan hasil pilkada putaran 1 dan pengumuman Paslon yang masuk pada putaran ke 2.
6. Acara tetap berjalan sesuai dengan susunan acara yg sudah ditetapkan dalam Undangan.