foto/kisuta.wordpress.com

Keutamaan Puasa Pada Hari Arafah

Posted on 105 views

Muslimpos Hari Arafah merupakan hari yang hanya terjadi sekali dalam setahun saja yaitu pada tanggal 09 Dzulhijjah. Jadi puasa arafah itu dilaksanaan satu hari sebelum hari raya idul adha.

Hari raya idul adha dilaksanakan tanggal 10 dzulhijjah dan puasa arafah satu hari sebelumnya yaitu 9 dzulhijjah. Pada hari arafah umat muslim yang melaksanakan haji saat itu sedang melakukan wukuf di padang arafah.

Secara umum puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam hadist Qudsi :

الصوم لي وأنا أجزي به ، انه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي

“Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”.

Selanjutnya diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين خريف

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih].

Keutamaan Puasa di hari Arafah

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والتي بعده .

“Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosadosa setahun sebelum dan sesudahnya”.

Imam Nawawi dalam Al Majmu’ berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa.”