Muslimpos Kemerdekaan bangsa ini merupakan inti dari sebuah negara untuk bisa berdiri mandiri tanpa ada intervensi negara lain. Melalui kemerdekaan, kebebasan mengelola negara tanpa tekanan turut dinikmati semua elemen bangsa.

Dibelahan dunia manapun, kemerdekaan sebuah negara membutuhkan sebuah pengakuan. Setelah proklamasi kemerdekaan, dalam sejarah tercatat bahwa negaranegara Timur Tengahlah yang termasuk yang pertama kali mengakui posisi Indonesia sebagai negara merdeka.

Kenyataan ini seperti yang diungkapkan oleh A.H. Nasution berikut ini :

“Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi Arabia, Jemen,memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan Iran Turki mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD ’45 : “ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Sementara itu negara Palestina yang kini masih terjajah oleh israel, justru secara de facto mengakui Indonesia sebagai negara yang merdeka jauh sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tanggal 6 September 1944, setahun sebelum proklamasi.

Dasar pengakuan terhadap kemerdekaan Republik Indonesia berdasarkan janji-janji yang dikeluarkan oleh Jenderal Kuniaki Koiso, Perdana Menteri Jepang, terhadap kemerdekaan Indonesia. Pengakuan tersebut kemudian disebarluaskan ke seluruh dunia Islam oleh seorang mufti besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini.

Sedangkan dalam buku “Indonesia, Islam and Democracy” yang ditulis Azyumardi Azra, disebutkan bahwa pertama kali, kemerdekaan Indonesia diakui dan didukung oleh Mesir dan Arab Saudi.

Adapun Daftar 10 Negara Tersebut adalah :
1. Palestina
2. Arab Saudi
3. Mesir
4. Lebanon
5. Syiria
6. Irak
7. Iran
8. Yaman
9. Afganistan
10. Turki

Abdul Kahar Muzakkir delegasi Indonesia dalam Konferensi Umum Islam tentang “Perkembangan Kondisi Di Palestina” yang berlangsung di Jerusalem pada bulan Desember 1931-Januari 1932. Konferensi ini dikenal dengan nama “Konferensi Bouraq”. Abdul Kahar Muzakkir lulusan Al Azhar Kairo yang kemudian menjadi anggota Panitia Sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta cikal bakal dasar negara Indonesia

Maka sepantasnyalah dari rekam jejak sejarah ini membuat negara Indonesia patut memperhatikan kondisi Timur Tengah. Termasuk dalam usaha perjuangan warga negara Palestina merebut kemerdekaannya. Selain dinilai sebagai balas jasa juga karena adanya mandat menentang penjajahan yang termaktub dalam Undang-undang Dasar Republik Indonesia.

Dirgahayu RI ke 72, Jayalah Selalu Indonesiaku

* dihimpun dari berbagai sumber  ** Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri”, M. Zein. Hassan Lc *** Indonesia, Islam and Democracy”,  Azyumardi Azra