Doa Agar Hati Senantiasa di Teguhkan Dalam Kebaikan

Posted on 299 views

muslimpos – Gemerlap kehidupan dunia seringkali melenakan, membuat diri terkadang khilaf melupakan kehidupan akhirat yang hakiki. Kesibukan duniawi dengan keanekaragaman kesibukan seharusnya tidaklah pantas menjadi penghalang untuk diri ini melaksanakan kewajiban yang di bebankan kepada manusia sebagai khalifatul fil ard.

Namun sekuat apapun Iman yang diri ini miliki, seberapa pun besarnya istiqomah yang mendasari jiwa dalam melakukan kebaikan. Kembali lagi merenungi bahwa diri ini hanyalah manusia tempat berlabuhnya kesalahan-kesalahan.

Maka sudah sepantasnyalah sebagai hamba yang tak luput dari lupa dan khilaf menjadikan Nabiullah Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam sebagai suri teladan terbaik dalam menjalani kehidupan didunia ini. Orang yang senantiasa beristigfar dan berdoa diberi petunjuk. Padahal Nabiullah adalah orang yang ma’shum artinya nabiullah adalah orang yang terpelihara dari kesalahan dan dosa.

Ahlus Sunnah menetapkan sifat ma’shûm ini hanya untuk para Nabi, bukan untuk manusia selainnya. Karena manusia selain Nabi sangat banyak berbuat kesalahan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang banyak melakukan kesalahan adalah mereka yang banyak bertaubat. [HR. Ibnu Mâjah, dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ; dihasankan oleh Syaikh al-Albâni dalam al Misykah dan Shahîh Sunan Ibni Mâjah]

Dalam riwayat sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam senantiasa berdoa untuk diteguhkan hatinya dalam kebaikan :

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Wahai Robb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR.Tirmidzi)
Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda:

‎اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

Ya Allah yang memalingkan (membolak-balikkan) hati manusia, palingkanlah hati kami di atas ketaatan kepada-Mu (HR. Muslim)

Semoga Allah senantiasa meneguhkan kita di atas ajaran agama yang hanif ini. “Ya muqallibul qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik wa thaa’athik”.

Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)