foto/Muhammad Rosyidi Aziz

muslimpos Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono diganti secara mendadak. Belum ada penjelasan resmi kenapa beliau diganti.  Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) BNI Syariah memutuskan mengganti dua direksi BNI Syariah, yakni direktru utama dan direktur bisnis.

Imam Teguh Saptono dan Kukuh Rahardjo ditetapkan menjadi direktur utama dan direktur BNI Syariah melalui keputusan RUPS BNI Syariah pada Kamis, 25 Februari 2016, lalu. Di akhir Desember 2016, kinerja BNI Syariah menunjukkan pertumbuhan positif dengan posisi laba sebesar Rp 277,37 miliar atau meningkat 21,38 persen dibanding Desember 2015 sebesar Rp 228,52 miliar.

Kenaikan laba didukung oleh komposisi rasio dana murah (CASA) yang meningkat, yakni 47,63 persen lebih baik dari tahun sebelumnya sebesar 46,15 persen. Juga efisiensi penurunan biaya operasional (BOPO) menjadi 87,67 persen dari sebelumnya sebesar 89,63 persen. Sementara dana pihak ketiga meningkat sebesar Rp 24,23 triliun, tumbuh 25,41 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 19,32 triliun.

Lalu Kenapa beliau diganti?

Dalam akun Muhammad Rosyidi Aziz, ia mengungkapkan dalam statusnya sebagai berikut :

Kemarin pagi dikasih tahu, siangnya serah terima, sorenya langsung perpisahan. Dan hari ini, Direktur Utama yang baru, sudah mulai efektif bekerja. Siapa Dirut BNI Syariah yang diberhentikan mendadak?

Beliau adalah Bpk. Imam Teguh Saptono, senior saya di IPB. Kebetulan satu group WA di Forum Alumni IPB Pejuang Al Maidah #Spirit212. Sejak dibawah kepemimpinan beliau, BNI Syariah banyak melakukan terobosan, termasuk dalam urusan muamalah.

Beberapa kebijakan Bpk. Imam Teguh Saptono :

  • – Menghapuskan denda keterlambatan karena denda financial adalah riba.
    – Mengkampanyekan Riba Amnesty
    – Pengagas Griya Swakarya dalam akad bisnis property dengan para developer.
    – dan beberapa kebijakan lain yang sangat mungkin membuat gerah pihak-pihak tertentu.

Ini pesan beliau kepada rekan-rekan seperjuangan :

“Para sahabat surga, per hari ini amanah sy sbg dirut bnisyariah berakhir. Sebagai konsekuensi logis dr keberpihakan yg tdk mungkin sy hindari dan pungkiri. Semua normal tdk ada yg aneh krn memang bnisy mungkin belum milik ummat. Mohon maaf bila ada kesalahan slm menjabat di bnisy.

Wallahu alam.